Jumat, 09 Desember 2011

Windows Tantang Android di Segmen Tablet

VIVAnews - Microsoft siap menantang Google dengan sistem operasi Android-nya dengan meluncurkan sistem operasi yang bisa berfungsi tak hanya untuk personal komputer, tetapi juga untuk telepon genggam maupun komputer tablet.

"Android sekarang memang populer untuk mobile phone dan komputer tablet. Tapi kami sebentar lagi akan meluncurkan Windows 8," kata Jonathan Tien, Director of Engineering, Microsoft Research Asia, Microsoft Corporation, pada wartawan VIVAnews, Mohamad Teguh,  di sela-sela seminar Accelerating Asia Pacific 2011, di Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Desember 2011.



Windows 8, kata dia, juga akan memiliki fasilitas untuk layar sentuh, sehingga bisa dipakai untuk platform mobile phone maupun tablet PC. Namun, karena karakteristik yang berbeda dari setiap platform, maka sistem operasinya tidak akan sama persis. "Tentu akan ada perbedaan karena perangkat kerasnya juga berbeda," ucap Jonathan.

Meski begitu, Jonathan menyebutkan, sistem operasi untuk telepon genggam dan komputer tablet tersebut tidak akan menggunakan nama yang sama.

Terkait apakah Microsoft akan menerapkan strategi khusus dalam menghadapi Android yang saat ini sudah relatif mendominasi pada segemen pasar telepon pintar dan komputer tablet, Jonathan enggan memaparkan. “Intinya, kompetisi itu bagus. Kompetisi akan membuat kita terpacu untuk membuat produk yang lebih baik," ucapnya.

Dari sisi harga, Jonathan menyebutkan, pihaknya juga tidak khawatir dengan Android yang berbasis open source akan lebih kompetitif dari sisi harga dibandingkan dengan Windows. Menurut dia, setiap tataran harga, baik murah maupun mahal, memiliki konsekuensinya sendiri. "Taruhlah, harga suatu perangkat lunak murah. Tetapi pertanyaannya, bagaimana kelanjutan pengmbangan perangkat lunak tersebut?” kata Jonathan.

Aplikasi Bahasa
Pada kesempatan itu Jonathan juga menjelaskan bahwa Microsoft sedang mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web untuk belajar bahasa asing, yaitu Engkoo. Pada tahap pertama, lanjut dia, aplikasi itu dikembangkan di China. Program tersebut, kata dia, bukan semata alat penerjemah bahasa, tetapi jauh lebih kompleks: untuk belajar bahasa.

Aplikasi itu memungkinkan proses penerjemahan lebih akurat karena tidak hanya menerjemahkam kata demi kata. "Kadang setiap kata memiliki arti sendiri yang tidak bisa diterjemahkan kata demi kata," sebut Jonathan.

Aplikasi itu sendiri, lanjutnya, bisa digunakan untuk semua bahasa. "Saat ini memang baru untuk bahasa China, bahasa yang lain belum. Kami harus mempelajari tiap-tiap bahasa secara detail dan seksama sebelum diaplikasikan," ucapnya.


sumber : VIVAnews

Artikel Terkait:

3 komentar: